Minggu, 09 Mei 2010

Kairoku Sayang, Kairoku Malang


Dua hari terlewati dengan kondisi yang sama, malam tak bisa tidur padahal badan sudah mulai lemas tak ada tenaga.

Emang dua hari ini suhu di negeri para Nabi ini sangatlah tinggi, sampai 36 derajat(bayangin bro...). Untung ada kulkas yang bisa digunain untuk membuat butiran-butiran es, walau hanya kulkas bekas, tapi udah lumayanlah. At least bisa minum air dingin sepuasnya.


Aku tak habis pikir, lontaran kata keluhan selalu aku keluarkan. “Wedan” ko bisa gini ya Mesir. Padahal semua jendela sudah di buka semua, celah yang kira-kira perlu di buka, juga sudah dibuka. Sampai...bajupun sudah dibuka, tapi tetep, tak merubah kondisi menjadi nyaman di badan. Yang ada angin malam yang sangat panas dan mata yang ngga mau merem.

Sampai kapan yah suhu malam hari di Kairo ngga seperti ini, mana ujian udah dekat lagi.

Everything is gonna be Oke. Tantangan yang besar, hasilnyapun akan memuaskan. Robbena Yusahhelna ya Robb.

Kairo, 10 Mei 2010

baca lagi......

Sabtu, 27 Maret 2010

Ketika Cinta Mulai Terbagi


Ketika kita mengenal cinta, banyak penafsiran-penafsiran yang akan kita buat dengan sendiri. Ada yang bilang, ketika cinta ku dapat, dunia terasa milik berdua. Ada juga yang bilang, ketika cinta datang mendekat, waktu seolah cepat berlalu, malam akan terasa siang, dan siang akan terasa malam.


Sedangkan ketika aku ditanya tentang cinta, aku akan menjawab”Aku masih merasa asing dengan cinta”. Banyak yang belum kumengerti tentang cinta. Bahkan ketika orang mengatakan cinta itu indah, mungkin aku akan menjawab cinta itu menyakitkan. Why? Ketika cinta seseorang yang kucintai ternyata cintanya terbagi dengan yang lain.

Hatiku sedang dirundung pilu, sebab cinta yang kurasakan tak sebanding dengan hasil yang ku gapai. Tapi obsesi yang seperti itu mungkin hanyalah kemauan hawa nafsu yang sifatnya sementara. Hawa nafsu yang sering menipu manusia dari jalan yang di ridhoi-Nya.

Aku hanyalah insan yang penuh kekurangan. Kekurangan akan cinta, ilmu, dan juga ma’rifat kepada Dzat Pemilik Cinta, Alloh swt. Mungkin ketika syair arab mengeluh tentang ejekan dari para penyair”Apa yang kau inginkan dariku hai para pujangga, padahal Aku sudah cukup makan garam, umurku dah lewat 40 tahun”. Akupun sebenarnya ingin mengatakan”Hai orang-orang pemuja cinta, apa yang kau besar-besarkan tentang cinta, padahal umurmu dah lewat 20 tahun, akan tetapi kau belum tahu tentang hakikat cinta?”.

Disinilah Dzat Pemilik Cinta kita nantikan, sudikah Engkau memberi secercah sinar-Mu melalui celah-celah di sudut hatiku. Janganlah Engkau tutup rapat-rapat hati yang masih belum tahu tentang hakikat cinta.
Kairo, 27 maret 2010

baca lagi......

Sabtu, 02 Januari 2010

Perjuangan Menuju Kepuasan Diri

Perjuangan Menuju Kepuasan Diri

Kepuasan diri banyak dicari oleh banyak orang. Tak hanya itu, demi mendapatkan kepuasan mereka merelakan untuk membayar lebih dari biasanya. Inilah realita alam yang ada.


Coba kita korek lebih dalam apa itu kepuasaan?kepuasan adalah dimana kita bisa mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan dengan syarat bersyukur.
Dengan kepuasan yang di dapat, kita dapat merasakan betapa besar nikmat-Nya yang telah diberikan kepada kita sebagai insan yang haus akan kenikmatan dhohir maupun batin.

Bulan Januari adalah bulan yang penuh penafsiran dalam kehidupan mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir. Selain menandakan pergantian tahun, momen pembentukan semangat baru tapi juga awal perjuangan untuk menggapai mimpi. Dimana kita akan menghadapi ujian yang akan memberikan bekas dalam ranah kehidupan kita di Kairo. Mungkin kalau kita sangkutkan dengan teorinya McClelland bisa tergolong dalam kebutuhan berprestasi(Needs of Achievment). Sebab dengan prestasi yang baik, akan mengantarkan empunya ke arah mimpi yang dia mimpikan itu.

Dari sinilah perjuangan kita mulai di uji. Kalau perjuangan yang kita keluarkan besar, kepuasan yang kita peroleh akan besar pula, begitu juga sebaliknya. Perjuangan itu bisa bersumber dari semangat yang telah kita kerahkan, waktu kita yang seakan terkekang demi mengumpulkan puing-puing ilmu kehidupan dan badan kita yang cukup terforsir demi mendapatkan apa yang terbaik.

Kata perjuangan tak semudah dengan apa yang kita katakan dan kita tulis, akan tetapi bagaimana kita bisa mengkondisikan diri untuk mampu berdiri tegak dalam menghadapi realita yang ada dengan tegar dan optimis dan berbekal modal perjuagan yang kita upayakan.

Kepuasan dan perjuangan mempunyai hubungan yang sangat erat. Karena keduanya mempunyai peran untuk membentuk kesuksesan pribadi diri yaitu keinginan untuk selalu eksis(existance needs). Keinginan untuk selalu eksis adalah naluri manusia, tak heran kalau banyak orang yang ingin eksis apapun jalan menuju kesana, pasti akan dilewati walau harus menguras keringat.

Begitu juga dengan kondisi kita yang notabene sebagai seorang akademisi. Sudah sepantasnya jalan-jalan menuju ke arah prestasi diri harus dilakukan. Ujian untuk termin pertama tinggal menghitung hari. Masikah kita terdiam tanpa gerak sama sekali. Masihkan kita menanti keajaiban yang tak tahu persis kapan datangnya? Padahal waktu dan kehidupan selalu berputar!!!

Ingat, pepatah mengatakan”siapa yang bersungguh-bersungguh, maka diapun akan mendapatkan apa yang dia impikan”. Kepuasan yang kita peroleh nanti tergantung dengan berapa besar perjuangan yang kita implementasikan.

Besar perjuanganmu adalah inti dari kepuasanmu nantinya. “You are the driver not a passenger in life”. Jangan mau menjadi budak kehidupan akan tetapi jadilah pengusa bagi diri sendiri untuk meraih kesuksesan dan kepuasan diri.


baca lagi......

Jumat, 13 November 2009

Gundahnya Jiwa

Gundahnya Jiwa


Hidup di dunia seakan terasa berat
Tak hanya waktu yang diperjuangkan
Tak hanya uang yang dipergunakan
Akan tetapi perasaanpun akan dikorbankan


Sering aku mengadu pada diriku sendiri
Dengan tetesan mata yang mengalir deras
Ku berucap apakah dengan seperti ini
Kehidupan harus dijalankan

Waktu berotasi begitu cepat
Detik silih berganti dengan detik
Jam pun mengikuti arusnya
Tapi aku masih merasa tak punya apa-apa

Bunyi musik flamenco-Jesse sedikit membuatku rilex
Setidaknya membuang rasa jenuhku dengan semua ini
Rasa jenuh yang menancap di kepalaku
Bak ditusuk-tusuk paku yang sangat tajam

Ketika ku duduk sendiri
Kucoba tuk renungi arti hidup
Hidup adalah perjuangan
Kalau ingin sesuatu yang bernilai, perjuanganpun siap dikorbankan

Aku pernah membaca biografi mereka
Biografi para tokoh pembesar dunia
Yang menstimulasiku dalam angan-angan
Angan-angan indah yang kuharap jadi kenyataan nanti

Terkadang aku letih
Capek tiada tara
Akan tetapi angan-angan itu mengingatkanku
Akan arti kebahagian

Bukankah pepatah itu sering terucap dimulut kita
Bersakit-sakit dahulu berenang-renang kemudian
Pada saatnya kita akan membuktikanya
Aku yakin, aku sangat yakin

Kairo,13 November 2009

baca lagi......

Kamis, 12 November 2009

The secret road to success

The secret road to success


Kita terkadang tertipu dengan kondisi di sekitar kita, kondisi yang membuat kita banyak melakukan sesuatu yang tak bernilai. Bukankah ada hal yang lebih penting yang harus dilakukan kita sebagai insan yang pandai. Ketika ku terbayang dengan kehidupan dimasa mendatang, ku selalu tancapkan gambaran-gambaran terindah yang ingin kudapat. Bayangan indah yang ingin sekali kudapatkan dengan cepatnya.


Akan tetapi terkadang gambaran itu pudar disebabkan ketidaksiapanku untuk mendapatkanya. Salah satu faktor yang membuatku tidak siap adalah kemalasanku, sehingga akupun kurang berani dan kurang sekali bekal yang aku bawa.
Aku selalu berucap dalam diriku ini,”Waktu itu berjalan seiring berputarnya bumi, apakah kita hanya bisa terdiam dan menunggu nasib?”.

Kitapun sering mendengar nasehat-nasehat dari orang yang lebih tua dari kita, ketika mereka berucap”Hai anak muda, penuhilah dirimu dengan berbagai bekal tuk hari esok, sebab aku merasa menyesal dulu aku tak berbekal yang banyak”. Apakah nasehat yang meraka katakan ke kita tidak memberi manfaat, apakah memang kita tak bisa memahami akan substansi dari isi nasehat itu, atau apakah memang hati kita sudah terkunci rapat dan tak lagi bisa dibuka?pertanyaan-pertanyaan ini kembali pada diri masing-masing.

Aku punya sedikit cerita bagaimana menjadi orang besar. Semua tokoh–tokoh terbesar dunia ternyata para penyerap ilmu pengetahuan besar. Mereka mendapatkan pengetahuan besarnya, terutama dari membaca. Mereka adalah kutu buku kelas berat.

Maha besar Alloh ketika Beliau menurunkan ayat suci al-qur’an pertama kali yang berbunyi”Iqra’” yang artinya”bacalah”. Sebuah ayat yang mempunyai banyak sekali kandungan isinya. Karena dengan membaca kita tak hanya mengetahui satu masalah saja, akan tetapi jauh lebih komplek daripada itu.

Bahkan orang bijak mengatakan”Dengan membaca kita bisa taklukan dunia”. Sebab pengaruh dari membaca sangatlah besar. Harun Al-Rasyid, Khalifah Islam yang cukup gemilang masanya, dia adalah penggemar buku-bukunya Plato dan Aristoteles. Napoleon juga termasuk pembaca kelas berat. Dia membaca tentang Alexander the Great, Julius Caesar (juga "Perang Galia"), Plutarch, Homer, Plato, Rousseau, berbagai buku tentang kemiliteran, sejarah, pemerintahan, geografi, bahkan membaca Al-Qur’an semasa ekspedisinya ke Mesir.

Isaac Newton sejak muda membaca karya para tokoh–tokoh besar masa lalu, "The Giants", Euclid, Kopernicus, Galileo, Descartes dan banyak lainnya.

Hitler adalah pembaca buku–buku militer, buku sejarah kebesaran Jerman, Bismarck, filosofi Nietzsche, dan banyak lainnya. Saat menganggur dipakainya untuk menghabisi buku–buku di perpustakaan di Wina, Austria. Bahkan Einsten seorang jenius abad 20 yang namanya pasti kita hafal dan kita sering mendengar berkali-kali sempat membolos sekolah karena ingin membaca lebih banyak. Akan tetapi kita?

John F. Kennedy(presiden AS ke-35 yang terbunuh pada 22/11/1963)tidak hanya pembaca buku. Ia menulis buku "Profiles in Courage" yang meraih penghargaan tertinggi Pulitzer tahun 1957(penghargaan dalam kategori jurnalistik, awal pertama di adakan pada tahun 1917 silam). Bill Gates (pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia) menghabisi seluruh buku komputer di perpustakaan sekolahnya hanya dalam waktu beberapa minggu.

Andai waktu yang masih tersisa disini kita gunakan dengan benar, kita tak kan merasa canggung, kita tak kan merasa takut, justru kita akan merasa sangat siap untuk mengahadapi problematika yang akan kita jemput nantinya.

Coba sesekali kita renungi bersama akan arti hidup. Hidup singkat di dunia dan kekal di alam akhirat. Tak terbayang jikalau kita nantinya akan gagal di dua alam yang pasti kita tempati sekarang dan yang akan datang.

Membaca sebenarnya merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Coba saja ketika kita membaca sebuah novel yang tersusun dengan kalimat-kalimat yang indah. Kita tak kan berhenti untuk membaca. Apalagi membaca komen-komen yang berada dalam wall dinding kita di FB(Facebook), pasti kita senang untuk membacanya. Celotehan teman-teman yang lucu dan bikin orang tertawa.

Setelah berbagai contoh penulis sampaikan, tinggal bagaimana respon dari para pendengar dan pembaca. Kalau kita memang menginginkan suatu renaisance dalam kehidupan kita, perbanyaklah membaca. Toh kita sudah banyak membeli buku-buku, bahkan kalau dikalkulasi bisa mencapai puluhan ratus ribu, puluhan ratus pond, dan puluhan ratus dolar.

Ingat sobat, kesempatan hanya hari ini, kemarin sudah sirna tak bisa kita kembalaikan lagi. Bahkan pepatah China mengatakan”An inch of time is worth an inch of gold, but it is hard to buy one inch of time with one inch of gold”. Penulis berharap apa yang telah disampaikan bisa menjadi peringatan bagi penulis, pendengar dan pembaca.

Kairo, 12 November 2009
Di waktu senja, 16.12 CLT.


baca lagi......

Senin, 31 Agustus 2009

Ramadhan, Syahru Mubarok

Ramadhan, Syahru Mubarok


Sudah lama jemari-jemariku tak menuliskan kata-kata sekalipun. Ku ingin melakukannya kembali selagi aku bisa untuk menggerakanya. Sebab kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi mengenai esok hari, hanya Allohlah yang tahu semua itu. Seperti yang aku rasakan 3 hari kemarin. Mulai tanggal 28 Agustus 2009, aku merasakan flu yang lumayan ringan, akan tetapi tanggal 29-31 tubuhku mulai lemas dan panas. Inilah yang aku rasakan, dengan kondisi seperti ini, aku tak bisa melakukan apa-apa. Padahal banyak waktu yang bisa aku lakukan jikalau tubuhku ini fit.


Ini adalah yang kedua kalinya aku berpuasa di bumi para nabi. Seperti tradisi-tradisi yang telah berjalan di Kairo ini, setiap menjelang buka puasa banyak masjid-masjid yang membuka buka bersama bareng(istilah yang sering kita sebut dengan maidahan). Makanan yang dihidangkanpun semuanya ala Mesir, untung karena sudah 2 tahun di Mesir, sudah bisa menyesuaikan diri dengan makanan-makanan tersebut. Untuk orang-orang serumahku, sering mereka mengambil jatah buka puasa untuk dibawa pulang, setelah itu diracik kembali di rumah(kadang-kadang lom matang banget masakannya).

Masih banyak tradisi-tradisi Mesir yang lain ketika bulan ramadhan datang, semisal banyak rumah-rumah yang dikasih sederetan lampu kecil-kecil indah yang memanjang yang menggambarkan kebahagiaan mereka ketika bulan suci ramadhan datang. Untuk sholat tarawih, kebanyakan masjid-masjid sini hanya melakukan 8 rakaat saja, bacaan yang dibaca pun berbeda-beda, ada yang setiap tarawih satu juz dibaca, ada yang hanya setengah juz, ada juga yang selain itu(kebanyakan anak-anak semisal aku ni milihnya yang paling cepet, jadi sering milih masjid yang solatnya paling cepet, jangan ditiru yah,hehe).

Sebenarnya di bulan ramadhan ini penuh dengan keberkahan, bagaimana tidak coba, setiap melakukan satu kebajikan, dibalas oleh Alloh dengan berlipat-lipat. Pokoknya asyiklah kalau mau sering beramal yang baik di bulan yang barokah ini. Tapi yang perlu diingat bagi kita-kita dalam bulan ramadhan adalah kata”ikhlas”. Coba kita ingat-ingat ucapan Alloh dalam hadist qudsi”Sesungguhnya semua amal yang dilakukan oleh Bani Adam adalah untuk mereka sendiri, akan tetapi puasa adalah untuk diri-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasan sesuai dengan keinginan-Ku”. Makanya ketika kita berpuasa, kita kudu ikhlas selalu.

Semoga aku bisa cepet fit, biar bisa melakukan banyak amal(mudah-mudahan yang dimaksud amal baik,he). Tak asyik kalau cuman penulis yang menginginkan dirinya untuk sehat selalu. Tapi penulispun mendoakan, mudah-mudahan yang mau membaca tulisanku ini juga tergolong orang yang beruntung(bisa menggondol banyak pahala)di bulan romadhan ini.

Cairo, 1 Sept 2009

baca lagi......

Selasa, 04 Agustus 2009

Suasana Malam di Nil

Suasana Malam di Nil


Malam 28 Juli 2009, aku keluar di malam hari dengan salah satu temenku Sa’adah pada jam setengah dua malam. Karena malam itu adalah malam terakhir aku di Dimyat, aku paksain tuk ikut ajakan Sa’adah. Padahal aku sudah malas-malasan tuk berangkat malam itu, sebab mataku dah mulai mengantuk. Tapi aku merasa ngga enak untuk menolak ajakanya. Sebab Sa’adah ini mungkin simpati dengan keadaanku yang sering menyendiri(iya sih, tapi aku enjoy aja ko, memang sifatku kayak githu,he..).


Aku berjalan berdua dengan Sa’adah dengan suasana malam yang dihiasi lampu-lampu yang indah. Tidak seperti di Indonesia, malam di Dimyat(salah satu tempat rekreasi di Kairo) itu justru rame banget, apalagi musim-musim panas gini. Bahkan bisa jadi tidak tidur semalaman karena emang susah tidur. Aku telusuri jalan tengah yang tidak dilalui oleh lalu lalang mobil, aku mulai bercakap mulai dari suasana malam hari di Dimyat, dan lain sebagainya.

Waktu jalan-jalanpun sebenarnya aku pengin bentar saja, terus aku bilang ke Sa’adah” gimana nih, mau muter balik po?”, jawabnya “nanti aja deh, mendingan ke Nil dulu yuk”. Aku dan dia terus berjalan yang akhirnya sampai di jalan Mustasyfa markazi, aku ambil jalan kanan dan terus berjalan kearah sana. Tadinya aku kira mau lihat sebuah rumah sakit di jalan mustasyfa itu, ternyata ngga kebayang euy, justru kita melihat keramaian disana. Pasar malam mulai dari penjual pakaian, makanan, eskrim dan juga kapal-kapal yang ramai dengan para penumpang. Sebelum naik kapal yang diramaikan dengan dance, kita beli eskrim yang harganya 2 Le, enak banget.

Kita masuk kapal yang lumayan besar, sambil nunggu kapal berangkat, para penumpang yang ada dihibur dengan brigden dan juga dancing dengan musik-musik mesir yang khas yang bikin aku tersenyum sambil menikmati alunan lagu dan dancing tadi(sumpeh, musik-musik mesir itu luchu lo..). Akhirnya selang waktu kedepan, kapalpun berjalan menuju ke arah ra’sul bar yang sore tadi aku sempat pergi kesana dan poto-poto disana. Tidak seperti suasana Nil di Tahrir, sungai Nil di Dimyat jauh lebih asyik dan lebih ramai, mungkin karena ada pasar malam tadi.

Mengenai harga tiket kapal, tidak terlalu membikin kantong kempis(murah ko, cuman 1 pound). Setelah naik kapal, kita jalan-jalan sebentar sambil lihat-lihat suasana sekitar yang ramai dengan pengunjung. Habis itu, kita pulang dengan hati agak berat, senadainya dari kemarin kita tahu ada sungai Nil yang indah ini, pasti dari kemarin kita udah main kesini(mungkin kayak githu deh ceritanya).

Dimyat, 2009, 28 July

baca lagi......