Selasa, 10 Agustus 2010

Aku Ingin Seperti Mereka

Aku Ingin Seperti Mereka

Ku coba berkata dalam hati betapa senangnya dia, negara Eropa itu sudah pernah dia datangi. Kapan orang sepertiku bisa sepertinya, mengunjungi negara-negara Eropa yang katanya sangat indah dan bagus.

Aku sangat senang ketika aku menceritakan pengalamanya ke orang lain. Akan tetapi aku merasa malu katika aku ditanya, kenapa bukan tentangku yang aku ceritakan kepada yang lain. Tentu dengan mudah ditebak, sebab aku tidak punya pengalaman yang seperti itu.

Tapi apakah itu menjadikanku menjadi merasa down? At least, dengan menceritakan pengalamanya kepada orang lain, aku menjadi terbawa dan nantinya bisa menirunya. Pergi ke Eropa dan berkunjung ke tempat-tempat impian banyak orang, Prancis, Swiss, Jerman, Inggris, Hungaria, Slovakia dan masih ada beberapa lagi.


Akan kucoba untuk bergerak jauh lebih maju dari sebelumnya. Ingat, sesuatu itu dimulai dari awal, tidak semerta-merta datang dengan langsung “super wah”. Every artist was first an amateur, suatu yang hebat pasti dimulai dari awal. Dan sesuatu yang tidak pernah dicoba, tentunya selamanya tidak akan pernah tau akan hasilnya, If I never try, I’ll never know.
Di kehidupan yang tidak mengenal malas-malasan dan santai-santai. Tentunya harus disikapi juga dengan hal-hal yang menuju ke arah sana. Today is not a good day to give up. Selalu menambah pengalaman diri dan selalu berbekal ilmu, itu yang perlu dijalani. Tapi juga tidak lupa dengan Penguasa Alam, sebab Dialah yang mengatur segalanya. Hasbunalloh wa Ni’mal wakil.

Kairo, 10 Agustus 2010

baca lagi......

Kamis, 17 Juni 2010

Dunia Mimpiku

Dunia Mimpiku

Kondisi sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan yang dulu. Walau di zaman sekarang terlihat jauh lebih baik dimana bangunan-bangunan bercorak moderen, peralatan yang sudah mulai canggih, tapi aku masih belum bisa memposisikan diri dengan mereka.

Mesir, salah satu negara di timur tengah yang dulu aku idam-idamkan sejak masa-masa Aliyah, akhirnya bisa aku singgahi sekarang. Universitas Islam yang konon sudah dibangun sejak zamannya Amr bin Ash, dan sekarang masih ada dan masih tegak kokoh, Al-azhar As-Syarif, aku juga sudah ikut menikmati bangku perkuliahanya.


Ra’sul Bar, tempat bertemunya sungai Nil dan Laut, ataupun pantai Ad-dimyat yang berada disampingnya, dan juga Al-ahrom(Pyramid) yang berjumlah 3 dan 1 Spinx yang masih menjadi tujuan wisata di Mesir, akupun sudah berkunjung kesana.

Beratus-ratus buku yang tersebar di berbagai toko-toko buku, mulai dari Dar-alsalam, Dar at-Tauzi’, Dar al-Hadist, Dar Ibnu Hazm, Dar- Assyuruk, Dar at-Turast, dan masih banyak lagi. Bahkan ketika ada International Book Fair, berjubel buku mulai dari buku-buku agama, bisnis, kedokteran, hukum ada semuanya dari buku lokal ataupun interlokal dan juga lintas negara. Dan akupun sudah ikut meramaikanya.

Tapi semuanya itu belum cukup aku rasakan nikmatnya, bahkan aromanya. Karena aku belum mampu mengarahkan gerak gerikku kesana. Aku masih tertidur dalam dunia mimpiku. Seolah terhipnotis, bahkan lebih jauh dari itu. Sebab “aku tau, tapi aku ngga pernah mau tau”.

Keberadaanku yang tinggal setahun lagi, membuatku banyak plaining. Apa yang semestinya akan ku buat selama satu tahun yang aku jalani nanti. Semuanya itu tidak akan manis sesuai harapan, tapi dengan nikmat-Nya, akan ku dapatkan apa yang ku inginginkan.

Tidak kah kalian ingin menjadi salah satu orang-orang sukses di dunia? Tidak kah kalian berpikir mendapat kehidupan yang bisa membuat kita bahagia kedepanya? Caio.....Alam masih menunggu kita, menanti kita dan menyaksikan kita dalam kesuksesan.

Kairo, 16 Juni 2010

baca lagi......

Minggu, 09 Mei 2010

Kairoku Sayang, Kairoku Malang


Dua hari terlewati dengan kondisi yang sama, malam tak bisa tidur padahal badan sudah mulai lemas tak ada tenaga.

Emang dua hari ini suhu di negeri para Nabi ini sangatlah tinggi, sampai 36 derajat(bayangin bro...). Untung ada kulkas yang bisa digunain untuk membuat butiran-butiran es, walau hanya kulkas bekas, tapi udah lumayanlah. At least bisa minum air dingin sepuasnya.


Aku tak habis pikir, lontaran kata keluhan selalu aku keluarkan. “Wedan” ko bisa gini ya Mesir. Padahal semua jendela sudah di buka semua, celah yang kira-kira perlu di buka, juga sudah dibuka. Sampai...bajupun sudah dibuka, tapi tetep, tak merubah kondisi menjadi nyaman di badan. Yang ada angin malam yang sangat panas dan mata yang ngga mau merem.

Sampai kapan yah suhu malam hari di Kairo ngga seperti ini, mana ujian udah dekat lagi.

Everything is gonna be Oke. Tantangan yang besar, hasilnyapun akan memuaskan. Robbena Yusahhelna ya Robb.

Kairo, 10 Mei 2010

baca lagi......

Sabtu, 27 Maret 2010

Ketika Cinta Mulai Terbagi


Ketika kita mengenal cinta, banyak penafsiran-penafsiran yang akan kita buat dengan sendiri. Ada yang bilang, ketika cinta ku dapat, dunia terasa milik berdua. Ada juga yang bilang, ketika cinta datang mendekat, waktu seolah cepat berlalu, malam akan terasa siang, dan siang akan terasa malam.


Sedangkan ketika aku ditanya tentang cinta, aku akan menjawab”Aku masih merasa asing dengan cinta”. Banyak yang belum kumengerti tentang cinta. Bahkan ketika orang mengatakan cinta itu indah, mungkin aku akan menjawab cinta itu menyakitkan. Why? Ketika cinta seseorang yang kucintai ternyata cintanya terbagi dengan yang lain.

Hatiku sedang dirundung pilu, sebab cinta yang kurasakan tak sebanding dengan hasil yang ku gapai. Tapi obsesi yang seperti itu mungkin hanyalah kemauan hawa nafsu yang sifatnya sementara. Hawa nafsu yang sering menipu manusia dari jalan yang di ridhoi-Nya.

Aku hanyalah insan yang penuh kekurangan. Kekurangan akan cinta, ilmu, dan juga ma’rifat kepada Dzat Pemilik Cinta, Alloh swt. Mungkin ketika syair arab mengeluh tentang ejekan dari para penyair”Apa yang kau inginkan dariku hai para pujangga, padahal Aku sudah cukup makan garam, umurku dah lewat 40 tahun”. Akupun sebenarnya ingin mengatakan”Hai orang-orang pemuja cinta, apa yang kau besar-besarkan tentang cinta, padahal umurmu dah lewat 20 tahun, akan tetapi kau belum tahu tentang hakikat cinta?”.

Disinilah Dzat Pemilik Cinta kita nantikan, sudikah Engkau memberi secercah sinar-Mu melalui celah-celah di sudut hatiku. Janganlah Engkau tutup rapat-rapat hati yang masih belum tahu tentang hakikat cinta.
Kairo, 27 maret 2010

baca lagi......

Sabtu, 02 Januari 2010

Perjuangan Menuju Kepuasan Diri

Perjuangan Menuju Kepuasan Diri

Kepuasan diri banyak dicari oleh banyak orang. Tak hanya itu, demi mendapatkan kepuasan mereka merelakan untuk membayar lebih dari biasanya. Inilah realita alam yang ada.


Coba kita korek lebih dalam apa itu kepuasaan?kepuasan adalah dimana kita bisa mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan dengan syarat bersyukur.
Dengan kepuasan yang di dapat, kita dapat merasakan betapa besar nikmat-Nya yang telah diberikan kepada kita sebagai insan yang haus akan kenikmatan dhohir maupun batin.

Bulan Januari adalah bulan yang penuh penafsiran dalam kehidupan mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir. Selain menandakan pergantian tahun, momen pembentukan semangat baru tapi juga awal perjuangan untuk menggapai mimpi. Dimana kita akan menghadapi ujian yang akan memberikan bekas dalam ranah kehidupan kita di Kairo. Mungkin kalau kita sangkutkan dengan teorinya McClelland bisa tergolong dalam kebutuhan berprestasi(Needs of Achievment). Sebab dengan prestasi yang baik, akan mengantarkan empunya ke arah mimpi yang dia mimpikan itu.

Dari sinilah perjuangan kita mulai di uji. Kalau perjuangan yang kita keluarkan besar, kepuasan yang kita peroleh akan besar pula, begitu juga sebaliknya. Perjuangan itu bisa bersumber dari semangat yang telah kita kerahkan, waktu kita yang seakan terkekang demi mengumpulkan puing-puing ilmu kehidupan dan badan kita yang cukup terforsir demi mendapatkan apa yang terbaik.

Kata perjuangan tak semudah dengan apa yang kita katakan dan kita tulis, akan tetapi bagaimana kita bisa mengkondisikan diri untuk mampu berdiri tegak dalam menghadapi realita yang ada dengan tegar dan optimis dan berbekal modal perjuagan yang kita upayakan.

Kepuasan dan perjuangan mempunyai hubungan yang sangat erat. Karena keduanya mempunyai peran untuk membentuk kesuksesan pribadi diri yaitu keinginan untuk selalu eksis(existance needs). Keinginan untuk selalu eksis adalah naluri manusia, tak heran kalau banyak orang yang ingin eksis apapun jalan menuju kesana, pasti akan dilewati walau harus menguras keringat.

Begitu juga dengan kondisi kita yang notabene sebagai seorang akademisi. Sudah sepantasnya jalan-jalan menuju ke arah prestasi diri harus dilakukan. Ujian untuk termin pertama tinggal menghitung hari. Masikah kita terdiam tanpa gerak sama sekali. Masihkan kita menanti keajaiban yang tak tahu persis kapan datangnya? Padahal waktu dan kehidupan selalu berputar!!!

Ingat, pepatah mengatakan”siapa yang bersungguh-bersungguh, maka diapun akan mendapatkan apa yang dia impikan”. Kepuasan yang kita peroleh nanti tergantung dengan berapa besar perjuangan yang kita implementasikan.

Besar perjuanganmu adalah inti dari kepuasanmu nantinya. “You are the driver not a passenger in life”. Jangan mau menjadi budak kehidupan akan tetapi jadilah pengusa bagi diri sendiri untuk meraih kesuksesan dan kepuasan diri.


baca lagi......

Jumat, 13 November 2009

Gundahnya Jiwa

Gundahnya Jiwa


Hidup di dunia seakan terasa berat
Tak hanya waktu yang diperjuangkan
Tak hanya uang yang dipergunakan
Akan tetapi perasaanpun akan dikorbankan


Sering aku mengadu pada diriku sendiri
Dengan tetesan mata yang mengalir deras
Ku berucap apakah dengan seperti ini
Kehidupan harus dijalankan

Waktu berotasi begitu cepat
Detik silih berganti dengan detik
Jam pun mengikuti arusnya
Tapi aku masih merasa tak punya apa-apa

Bunyi musik flamenco-Jesse sedikit membuatku rilex
Setidaknya membuang rasa jenuhku dengan semua ini
Rasa jenuh yang menancap di kepalaku
Bak ditusuk-tusuk paku yang sangat tajam

Ketika ku duduk sendiri
Kucoba tuk renungi arti hidup
Hidup adalah perjuangan
Kalau ingin sesuatu yang bernilai, perjuanganpun siap dikorbankan

Aku pernah membaca biografi mereka
Biografi para tokoh pembesar dunia
Yang menstimulasiku dalam angan-angan
Angan-angan indah yang kuharap jadi kenyataan nanti

Terkadang aku letih
Capek tiada tara
Akan tetapi angan-angan itu mengingatkanku
Akan arti kebahagian

Bukankah pepatah itu sering terucap dimulut kita
Bersakit-sakit dahulu berenang-renang kemudian
Pada saatnya kita akan membuktikanya
Aku yakin, aku sangat yakin

Kairo,13 November 2009

baca lagi......

Kamis, 12 November 2009

The secret road to success

The secret road to success


Kita terkadang tertipu dengan kondisi di sekitar kita, kondisi yang membuat kita banyak melakukan sesuatu yang tak bernilai. Bukankah ada hal yang lebih penting yang harus dilakukan kita sebagai insan yang pandai. Ketika ku terbayang dengan kehidupan dimasa mendatang, ku selalu tancapkan gambaran-gambaran terindah yang ingin kudapat. Bayangan indah yang ingin sekali kudapatkan dengan cepatnya.


Akan tetapi terkadang gambaran itu pudar disebabkan ketidaksiapanku untuk mendapatkanya. Salah satu faktor yang membuatku tidak siap adalah kemalasanku, sehingga akupun kurang berani dan kurang sekali bekal yang aku bawa.
Aku selalu berucap dalam diriku ini,”Waktu itu berjalan seiring berputarnya bumi, apakah kita hanya bisa terdiam dan menunggu nasib?”.

Kitapun sering mendengar nasehat-nasehat dari orang yang lebih tua dari kita, ketika mereka berucap”Hai anak muda, penuhilah dirimu dengan berbagai bekal tuk hari esok, sebab aku merasa menyesal dulu aku tak berbekal yang banyak”. Apakah nasehat yang meraka katakan ke kita tidak memberi manfaat, apakah memang kita tak bisa memahami akan substansi dari isi nasehat itu, atau apakah memang hati kita sudah terkunci rapat dan tak lagi bisa dibuka?pertanyaan-pertanyaan ini kembali pada diri masing-masing.

Aku punya sedikit cerita bagaimana menjadi orang besar. Semua tokoh–tokoh terbesar dunia ternyata para penyerap ilmu pengetahuan besar. Mereka mendapatkan pengetahuan besarnya, terutama dari membaca. Mereka adalah kutu buku kelas berat.

Maha besar Alloh ketika Beliau menurunkan ayat suci al-qur’an pertama kali yang berbunyi”Iqra’” yang artinya”bacalah”. Sebuah ayat yang mempunyai banyak sekali kandungan isinya. Karena dengan membaca kita tak hanya mengetahui satu masalah saja, akan tetapi jauh lebih komplek daripada itu.

Bahkan orang bijak mengatakan”Dengan membaca kita bisa taklukan dunia”. Sebab pengaruh dari membaca sangatlah besar. Harun Al-Rasyid, Khalifah Islam yang cukup gemilang masanya, dia adalah penggemar buku-bukunya Plato dan Aristoteles. Napoleon juga termasuk pembaca kelas berat. Dia membaca tentang Alexander the Great, Julius Caesar (juga "Perang Galia"), Plutarch, Homer, Plato, Rousseau, berbagai buku tentang kemiliteran, sejarah, pemerintahan, geografi, bahkan membaca Al-Qur’an semasa ekspedisinya ke Mesir.

Isaac Newton sejak muda membaca karya para tokoh–tokoh besar masa lalu, "The Giants", Euclid, Kopernicus, Galileo, Descartes dan banyak lainnya.

Hitler adalah pembaca buku–buku militer, buku sejarah kebesaran Jerman, Bismarck, filosofi Nietzsche, dan banyak lainnya. Saat menganggur dipakainya untuk menghabisi buku–buku di perpustakaan di Wina, Austria. Bahkan Einsten seorang jenius abad 20 yang namanya pasti kita hafal dan kita sering mendengar berkali-kali sempat membolos sekolah karena ingin membaca lebih banyak. Akan tetapi kita?

John F. Kennedy(presiden AS ke-35 yang terbunuh pada 22/11/1963)tidak hanya pembaca buku. Ia menulis buku "Profiles in Courage" yang meraih penghargaan tertinggi Pulitzer tahun 1957(penghargaan dalam kategori jurnalistik, awal pertama di adakan pada tahun 1917 silam). Bill Gates (pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia) menghabisi seluruh buku komputer di perpustakaan sekolahnya hanya dalam waktu beberapa minggu.

Andai waktu yang masih tersisa disini kita gunakan dengan benar, kita tak kan merasa canggung, kita tak kan merasa takut, justru kita akan merasa sangat siap untuk mengahadapi problematika yang akan kita jemput nantinya.

Coba sesekali kita renungi bersama akan arti hidup. Hidup singkat di dunia dan kekal di alam akhirat. Tak terbayang jikalau kita nantinya akan gagal di dua alam yang pasti kita tempati sekarang dan yang akan datang.

Membaca sebenarnya merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Coba saja ketika kita membaca sebuah novel yang tersusun dengan kalimat-kalimat yang indah. Kita tak kan berhenti untuk membaca. Apalagi membaca komen-komen yang berada dalam wall dinding kita di FB(Facebook), pasti kita senang untuk membacanya. Celotehan teman-teman yang lucu dan bikin orang tertawa.

Setelah berbagai contoh penulis sampaikan, tinggal bagaimana respon dari para pendengar dan pembaca. Kalau kita memang menginginkan suatu renaisance dalam kehidupan kita, perbanyaklah membaca. Toh kita sudah banyak membeli buku-buku, bahkan kalau dikalkulasi bisa mencapai puluhan ratus ribu, puluhan ratus pond, dan puluhan ratus dolar.

Ingat sobat, kesempatan hanya hari ini, kemarin sudah sirna tak bisa kita kembalaikan lagi. Bahkan pepatah China mengatakan”An inch of time is worth an inch of gold, but it is hard to buy one inch of time with one inch of gold”. Penulis berharap apa yang telah disampaikan bisa menjadi peringatan bagi penulis, pendengar dan pembaca.

Kairo, 12 November 2009
Di waktu senja, 16.12 CLT.


baca lagi......